CONTACT US

Menelisik Potensi Kecenderungan Perilaku Destruktif Individu Melalui Analisa Profiling Cavlent

Article

Cavlent sebagai platform assessment tools berbasis online, menawarkan cakupan analisa potensi perilaku individu secara holistik yang dapat dijadikan sebagai referensi penunjang oleh perusahaan dalam mengelola manpower-nya. Dengan metode Type Indicator Character (TIC), output analisa Cavlent dapat dijadikan bahan pengamatan pelengkap bagi perusahaan dalam mengidentifikasi potensi perilaku individu karyawan sebelum perusahaan memutuskan untuk merekrut, mempromosikan, memberhentikan, maupun melakukan mutasi kerja karyawan dalam konteks meningkatkan efisiensi.

Analisa potensi perilaku destruktif atau potensi karakter negatif dalam diri individu merupakan salah satu keunikan dan keunggulan TIC Cavlent. Bagi pengguna individual, analisa perilaku destruktif yang terangkum dalam Destructive Trait Report, dapat digunakan untuk membantu individu mengembangkan diri pribadi dengan berkaca pada potensi perilaku destruktif dalam dirinya. Sedangkan bagi perusahaan, analisa perilaku destruktif dapat digunakan untuk memahami dan mengantisipasi potensi perilaku destruktif dalam diri karyawan yang perlu diwaspadai demi keamanan dan kelancaran manajemen perusahaan.

Akan tetapi, penggunaan satu analisa sebagai bahan pertimbangan singular/tunggal dalam penentuan keputusan sangat tidak dianjurkan karena tidak dapat menangkap dengan baik kompleksitas kecenderungan sikap dan potensi seorang individu karyawan. Potensi perilaku destruktif hanya salah satu gambaran yang bersifat peringatan awal, dan untuk melihat gambaran holistik yang realistik diperlukan analisa profil yang lebih mendalam.

Perlu dipahami bersama bahwa label ‘destruktif’ sebagaimana dimaksud merupakan segala bentuk kecenderungan sikap atau potensi perilaku individu mulai dari yang dapat mengganggu atau menghambat laju kerja perusahaan hingga pada potensi perilaku yang dapat membahayakan integritas internal dan eksternal perusahaan.

Destructive Trait Report Cavlent berisikan lima kategori bentuk perilaku destruktif dengan 20 item kecenderungan perilaku yang menjadi pokok bahasannya. Kategori perilaku destruktif Pertama yaitu Distancing. Kategori ini secara general menunjukkan seberapa jauh seorang individu menjaga jarak dengan orang lain, ataupun membuat orang lain menjaga jarak dengan dirinya. Kondisi ini dikarenakan individu memiliki kecenderungan menghindari berada di bawah tekanan, ragu-ragu dalam mengambil keputusan, takut mengambil risiko, tidak tegas, tidak tahan terhadap perubahan, maupun memiliki kecenderungan kepekaan emosi yang berlebihan dengan perubahan mood yang impulsif.

Kategori bentuk Kedua yaitu Egocentricity yang mencakup 4 parameter kecenderungan sikap destruktif yang menjadikan seorang individu sebagai pusat dari segala aktivitas maupun keputusan perusahaan. Kategori ini memperlihatkan sejauh mana seorang individu karyawan memiliki kecenderungan untuk mengistimewakan dirinya, tingkat empati atau kepekaan individu karyawan, dan sejauh mana individu dapat menerima hal-hal baru dalam lingkungan perusahaan.

Kategori Ketiga yaitu Ingratiating yang menunjukkan seberapa jauh seorang individu karyawan memiliki kecenderungan bersikap untuk menyenangkan orang lain. Meskipun berinisasi dengan konotasi positif, kecenderungan bersikap untuk selalu menyenangkan orang lain tidak selalu berinisasi baik dengan sikap seorang pemimpin. Jika seorang individu karyawan memiliki kecenderungan untuk selalu menyenangkan pihak lain, akan berakibat pada terhambatnya kemampuan pengambilan keputusan yang efektif. Kecenderungan seorang individu karyawan yang terlalu fokus pada detail kecil dalam pekerjaannya maupun pekerjaan orang lain juga dapat menghambat kemampuan pengambilan keputusan yang bersifat segera dan efektif.

Kategori Keempat yaitu Offensive merupakan perilaku langsung atau tidak langsung yang bertujuan menimbulkan sikap antipati pada seseorang atau sesuatu, tetapi juga untuk menghina dan dengan sengaja mencoba untuk mempermalukan pihak lain. Individu dalam kategori ini memiliki kecenderungan intimidasi dengan sikap impulsif tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya, secara emosional mudah terpancing dan menyimpan dendam terhadap pihak lain.

Kategori Kelima yaitu Seductive merupakan perilaku yang cenderung menarik atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan pribadinya dengan cara apapun. Seperti tindakan menghasut, memanipulasi, mendramatisir, dan cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang terlalu berlebihan. Individu pada kategori ini tampak meyakinkan, tegas, dan mampu menunjukkan kesan positif kepada orang-orang di sekitarnya tentang apa yang mereka katakan dan lakukan. Namun di balik tampilan luar yang terlihat, bisa jadi individu tersebut memiliki kecenderungan perilaku berani melanggar aturan demi menguntungkan diri sendiri tanpa memikirkan dampak kerugian yang akan ditanggung perusahaan.

Pemaparan dan penjelasan analisa potensi perilaku destruktif dengan 20 bentuk kecenderungan perilaku lebih lanjut dapat Kamu kupas secara komprehensif dalam analisa Destructive Trait Report Cavlent. Analisa potensi perilaku destruktif perlu menjadi pertimbangan perusahaan apabila terdapat di dalam diri individu karyawan agar perusahaan dapat mengantisipati dampak perilaku tersebut di kemudian hari. Dengan analisa potensi perilaku destruktif, perusahaan juga dapat mempelajari bahwa akan ada situasi dan kondisi yang mungkin terjadi apabila salah satu atau beberapa karyawan menunjukkan tanda-tanda sikap sesuai dengan apa yang dipaparkan dalam report tersebut.

Selain Destructive Trait Report, report analisa lainnya dari metode TIC Cavlent yang dapat dijadikan pengamatan pelengkap bagi perusahaan dalam me-manage manpower yang tepat demi kemajuan perusahaan, adalah Employability Report. Analisa dalam Employability Report bertujuan untuk mengenali kualitas personal, potensi dasar, dan potensi keahlian yang dimiliki seorang individu karyawan. Dengan analisa yang terangkum dalam Employability Report, perusahaan dapat mempelajari potensi dasar seorang individu sebagai karyawan yang akan ditempatkan dalam posisi baru, maupun untuk mengembangkan potensi individu tersebut. Lebih jauh, penjelasan detail dari Employability Report akan Kami kupas di artikel berikutnya.

Imelia Martinovita Santoso

@imelines
© Copyright 2024 Cavlent