mungkin kita pernah dengar bahwa ada beberapa orang yang sudah di posisi mapan dengan gaji dan bonus besar dari sebuah perusahaan ternama, tapi memilih untuk melanjutkan karirnya di perusahaan yang mungkin skalanya jauh lebih kecil, dengan tawaran dengan gaji yang lebih kecil, bahkan tanpa bonus. Ada juga yang rela tidak mendapatkan benefit apa-apa dengan alasan membantu sesama. Meskipun begitu, mereka dapat bekerja maksimal dan menunjukkan performa yang luar biasa.
Apa yang mendasari hal ini? Setiap orang memiliki motivasi dan dorongan bekerja yang berbeda-beda. Walaupun pada umumnya semakin besar penghasilan yang diterima menjadi tolak ukur utama, tapi tidak selalu hal ini menjadi motivasi utama seseorang untuk bekerja maksimal dalam mencapai tujuan.
Ada 5 motivasi dasar yg mendorong seseorang dalam bekerja, dimana masing-masing motivasi ini ada yang sangat dominan, atau cenderung merata dan berimbang (metode tes CAVLENT dapat mengukur hal ini). 5 jenis motivasi tersebut yaitu.
Dengan menyadari motivasi bekerja kita, maka kita akan lebih mudah menentukan pekerjaan yang lebih tepat dan dapat membuat kita lebih termotivasi untuk mendapatkan hasil maksimal. Dalam konteks sudut pandang perusahaan, akan lebih mudah bagi perusahaan untuk mendorong timnya untuk bekerja lebih maksimal apabila dapat mengetahui motivasi bekerja yang paling dominan di dalam tim mereka masing-masing, kemudian perusahaan dapat melakukan pendekatan yang tepat yang disesuaikan dengan motivasi yang paling dominan dari setiap individu.