CONTACT US

Silahkan hubungi kami untuk merencanakan kebutuhan assesment Anda

Variasi Jenis Psikotes, Ada Apa Saja?

Artikel

Kita dapat menggunakan psikotes untuk mengenali karakter dan potensi yang ada dalam diri seseorang. Dan hampir sebagian besar dari kita akan berpikir bentuk psikotes dimana kita dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan yang harus dipilih atau dijawab. Kemudian ada beberapa yang menggunakan media gambar, tulisan dan wajah orang.

Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul berbagai macam alat psikotes yang menggunakan alat tertentu seperti fingerprint, foto aura, foto iris mata (irisdologi), dan lain-lain. Selain itu juga ada metode yang bersifat tradisi / ramalan kuno yang berhubungan dengan nasib dan karakter manusia, seperti ramalan rasi bintang, kartu Tarot, dan salah satunya adalah seni membaca telapak tangan.

Nah, kembali ke psikotes. Ada apa saja sih jenis-jenis psikotes? Dan bagaimana penggunaannya agar efektif dan sesuai dengan kebutuhan kita?

Berikut adalah jenis-jenis psikotes yang ada di sekitar kita:

  • Psikotes yang menggunakan media perilaku subjek client secara langsung sebagai sumber analisis data
    • Psikotes dalam bentuk Questionnaire

      Adalah psikotes yang dilakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan. Hal ini untuk mendapatkan data langsung dari subject (pengisi) tentang persepsi dirinya terhadap item dari aspek psikologi yang ditanyakan. Untuk analisa data psikologi dapat bersifat obyektif dan menghasilkan indeks atau kecenderungan tertentu sehingga pendapat penganalisa data bersifat netral. Kecuali dalam membuat kesimpulan data analisis, maka dalam hal ini keahlian, pendapat, persepsi dan pengetahuan psikolog akan sangat menentukan.

      Sisi positif: Psikotes ini lebih stabil, validasi reliabilitas-nya jelas, terarah dan terukur.

      Sisi negatif: Psikotes ini bersifat subjektif dari sisi pengisi, dimana akan diisi berdasarkan persepsi penilaian diri sendiri, dan sangat tergantung dari kondisi emosi, kejujuran, keseriusan dan pemahaman pengisi atas pertanyaan yang ada.

    • Psikotes dalam bentuk Observasi

      Adalah psikotes berdasarkan pengamatan dan penilaian observer. Subjek dalam hal ini adalah objek yang diamati dan bersifat pasif dalam memberikan data. Untuk analisa data psikologi yang dihasilkan dari bentuk psikotes ini dapat bersifat subjektif, tergantung dari kejelian dan pengalaman observer dalam menentukan indeks data yang diobservasi.

      Sisi positif: teknik observasi ini sangat tepat untuk subjek client yang secara kemampuan kognitif belum mampu bertanggung jawab, belum mampu memahami persepsi diri atau emosi yang belum stabil. Contoh: anak usia 6 tahun kebawah, anak dengan gangguan perkembangan, anak IQ rendah, atau anak dengan tingkat pendidikan yang terlalu rendah.

      Sisi negatif: bersifat subjektif dari sisi observer, dimana pengalaman dan pendapat pribadi observer akan sangat mempengaruhi data entry yang diberikan. Hasil data bisa jadi tidak stabil, dimana tidak menutup kemungkinan bahwa beda observer akan memberikan hasil analisa data yang berbeda juga.

  • Psikotes yang berdasarkan biometrik, yaitu berdasarkan data yang melekat pada tubuh individu
    • Psikotes dari pengamatan biometrik tubuh

      Antara lain Fingerprint analysis, Palm ministry, Physiognomy, ISPA. Psikotes jenis ini memberikan data yang tidak dapat berubah sehingga penggunaannya lebih tepat untuk dikaitkan dengan karakter bawaan lahir (Inborn Character). Untuk akurasi, validasi dan reliabilitas jenis psikotes ini sangat dipengaruhi oleh riset data yang digunakan sebagai dasar analisa.

      Biasanya psikotes seperti ini hanya digunakan sebagai alternatif untuk memberikan gambaran dasar saja mengenai karakter bawaan individu. Di kalangan psikolog sendiri pun jenis psikotes ini masih menjadi pro dan kontra. Namun dengan adanya kemajuan teknologi dan riset data di bidang psikologi modern, penelitian psikotes dengan media analisa biometrik pun akan terus berkembang, akan semakin akurat, valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara sains dibanding ilmu psikologi umum.

      Sisi positif: Data subjek client akan lebih objektif.

      Sisi negatif: Masih terbatas dalam penggunaannya, terkendala di sisi akurasi dan validasi.

  • Psikotes yang berdasarkan psikografi, yaitu berdasarkan data dari coretan grafis yang dihasilkan subjek client sebagai dasar data analisa psikologi
    • Psikotes dari pengamatan Psychograph

      Antara lain HTP (House Tree People), Tree, Wartegg, PPT (Picture Presentation Test), Colour Emotion, tes Rorschach, Graphology. Psikotes jenis ini pada dasarnya menginterpretasikan suatu grafis yang dibuat atau dipilih oleh subjek client.

      Biasanya teknik ini tujuannya lebih dititik beratkan untuk melihat tekanan emosi atau masalah yang ada di dalam alam bawah sadar seseorang. Selain itu pola seseorang dalam membuat suatu tulisan atau gambar juga dipengaruhi oleh kebiasaan, sikap dan karakter mereka sendiri. Karena itu melalui jenis psikotes ini, kita bisa mengamati dan menganalisa karakter dan potensi seseorang lewat grafis yang dibuatnya. Contoh: orang yang kurang percaya diri cenderung membuat garis kurang lurus, terputus, kurang jelas, dll.

      Sisi positif: Mudah dilaksanakan dan client secara otomatis akan lebih jujur dalam memberikan data.

      Sisi negatif: Analisis psikologi ini sangat bersifat subjektif tergantung pengamatan penganalisa data. Pengalaman, kejelian, dan keahlian analis data sangat mempengaruhi tingkat validasi dan akurasi hasil analisanya sehingga di kalangan psikologi pun jenis psikotes ini masih terjadi pro dan kontra.

  • Psikotes yang berdasarkan kepercayaan
    • Psikotes dari tradisi / ramalan kuno

      Psikotes seperti ini sulit dijelaskan secara sains sehingga tidak bisa dijadikan sebuah standar psikotes pada umumnya.

Andy Hartanto

@ahartant573
© Copyright 2021 Cavlent